EDUKASI PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL BERBASIS VIDEO ANIMASI PADA REMAJA
DOI:
https://doi.org/10.33755/jas.v3i2.72Keywords:
Infeksi menular seksual, remaja, video animasi, pengetahuan, sikapAbstract
Infeksi menular seksual (IMS) merupakan salah satu permasalahan kesehatan reproduksi yang memerlukan upaya promotif dan preventif sejak usia remaja. Hasil identifikasi awal bersama mitra menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi mengenai IMS belum dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan serta masih terbatasnya media edukasi berbasis visual dan digital yang sesuai dengan karakteristik remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja mengenai pencegahan IMS melalui edukasi berbasis video animasi. Kegiatan dilaksanakan di SMP Bina Juara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dengan melibatkan 32 siswa kelas VIII. Pelaksanaan kegiatan meliputi koordinasi dengan mitra, edukasi kesehatan menggunakan video animasi, diskusi interaktif, pendampingan, dan evaluasi. Ketercapaian kegiatan dievaluasi melalui pengukuran pengetahuan dan sikap sebelum dan setelah edukasi menggunakan kuesioner yang telah memiliki validitas dan reliabilitas yang baik, serta observasi keterlibatan peserta selama kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 64,38 ± 7,85 menjadi 86,16 ± 6,02 dan skor sikap dari 69,44 ± 7,32 menjadi 89,75 ± 5,98 setelah kegiatan edukasi, dengan p < 0,001 pada kedua variabel. Siswa juga menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif selama kegiatan. Edukasi berbasis video animasi menunjukkan ketercapaian program yang baik dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja mengenai pencegahan IMS serta berpotensi dimanfaatkan sebagai media edukasi kesehatan reproduksi secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Abdimas Sains

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Abdimas Sains have CC-BY or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly work.



