PELATIHAN KADER SIAGA BENCANA BERBASIS KELUARGA DAN KOMUNITAS: EVALUASI PENINGKATAN PENGETAHUAN PADA KOMPONEN RESPONS AWAL KEGAWATDARURATAN TERSEDAK

Authors

  • Nyayu Nina Putri Calisanie STIKep PPNI Jawa Barat
  • Ramdani Ramdani RSUD Dr. Slamet Garut

DOI:

https://doi.org/10.33755/jas.v3i2.71

Keywords:

kader kesehatan, kesiapsiagaan bencana, keluarga, komunitas, respon awal, tersedak.

Abstract

Latar belakang: Kesiapsiagaan bencana pada tingkat keluarga dan komunitas memerlukan kader yang mampu mengenali risiko, mengorganisasi respons lokal, melindungi kelompok rentan, serta memberikan respons awal kesehatan sebelum bantuan profesional tiba. Dalam kerangka pelatihan kader siaga bencana berbasis keluarga dan komunitas, kemampuan menangani kegawatdaruratan sehari-hari yang dapat terjadi di rumah atau lokasi pengungsian, termasuk tersedak, merupakan salah satu kompetensi respons awal yang relevan. Tujuan kegiatan ini adalah mengevaluasi perubahan pengetahuan kader pada komponen penanganan kegawatdaruratan tersedak setelah pelatihan. Metode: Evaluasi menggunakan desain one-group pretest–posttest. Data mentah terdiri atas 67 respons formulir (40 pre-test dan 27 post-test). Setelah deduplikasi dan pencocokan identitas secara konservatif, 17 pasangan data terkonfirmasi dianalisis. Pengetahuan diukur dengan lima soal pilihan ganda pada pre-test dan lima soal pada post-test. Distribusi selisih skor tidak normal (Shapiro–Wilk p=0,034), sehingga digunakan uji Wilcoxon signed-rank. Hasil: Rerata skor meningkat dari 2,94±1,39 menjadi 3,88±0,99 dari maksimum 5; median meningkat dari 3 (IQR 2–4) menjadi 4 (IQR 4–4). Peningkatan rerata setara dengan 18,8 poin persentase. Sebanyak 9 kader (52,9%) meningkat, 6 (35,3%) tetap, dan 2 (11,8%) menurun. Perbedaan pre–post bermakna secara statistik (W=7,0; p=0,018) dengan korelasi rank-biserial 0,79. Kesimpulan: Pelatihan diikuti peningkatan pengetahuan kader pada komponen respons awal kegawatdaruratan tersedak. Temuan ini tidak dapat ditafsirkan sebagai peningkatan kesiapsiagaan bencana secara keseluruhan karena instrumen hanya mengukur pengetahuan tersedak. Evaluasi lanjutan perlu menggunakan instrumen kesiapsiagaan bencana multidomain dan uji keterampilan berbasis simulasi.

Additional Files

Published

2026-07-31

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 

You may also start an advanced similarity search for this article.