EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI BERBASIS APLIKASI SMARTPHONE UNTUK PENCEGAHAN PERKAWINAN ANAK PADA REMAJA

Authors

  • Irma Darmawati Universitas Pendidikan Indonesia
  • Dhika Dharmansyah Universitas Pendidikan Indonesia
  • Nastiti Purbandini Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33755/jas.v2i3.61

Keywords:

aplikasi smartphone; edukasi kesehatan; kesehatan reproduksi; perkawinan anak; remaja.

Abstract

Latar Belakang: Perkawinan anak masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia yang berdampak pada aspek kesehatan, psikologis, sosial, dan pendidikan remaja. Kabupaten Bandung Barat merupakan salah satu wilayah dengan prevalensi perkawinan anak yang relatif tinggi, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui pendekatan edukatif yang inovatif dan sesuai dengan karakteristik remaja.

Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan perkawinan anak melalui pemanfaatan aplikasi smartphone sebagai media edukasi.

Metode: Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SMPN 2 Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, dengan melibatkan 80 siswa sekolah menengah pertama. Program dilaksanakan selama satu bulan melalui tahapan sosialisasi, edukasi langsung, demonstrasi penggunaan aplikasi pencegahan perkawinan anak (PEDE), serta pendampingan berkelanjutan. Evaluasi program dilakukan secara deskriptif melalui pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan edukasi serta observasi partisipasi dan ketertarikan peserta terhadap penggunaan aplikasi.

Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan peserta setelah pelaksanaan program edukasi, dari nilai awal 40 menjadi 80. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti kegiatan serta ketertarikan terhadap aplikasi PEDE sebagai media edukasi kesehatan reproduksi yang mudah diakses dan sesuai dengan kebutuhan remaja.

Kesimpulan: Edukasi kesehatan reproduksi berbasis aplikasi smartphone berpotensi menjadi media edukasi yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pencegahan perkawinan anak. Kolaborasi antara sekolah, tenaga kesehatan, dan unsur masyarakat berperan penting dalam mendukung keberlanjutan program pencegahan perkawinan anak di tingkat komunitas.

Published

2025-11-30

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.